Rating adalah persentase penonton suatu acara dibandingkan dengan total atau spesifik populasi pada waktu tertentu. Data riset NMR ini sangat berpengaruh bagi industri pertelevisian di tanah air, terutama bagi pemain-pemain industri hiburan. Pasalnya, sampai saat ini belum ada biro riset lainnya yang menampilkan data pembanding. Seringkali, kesuksesan sebuah acara diukur oleh tingginya rating yang berhasil diraih. Walaupun sebenarnya tidak demikian adanya. Seperti yang dikemukakan oleh NMR sendiri, bahwa teknologi peoplemeter tersebut hanya mengukur jumlah penonton yang sedang menonton paling tidak minimum 1 menit (atau 17 detik) tanpa mengukur preferensi (suka/tidak suka) maupun kualitasnya (baik/buruk) suatu program acara TV.
Tanya Dilema
Suatu pagi, di tengah-tengah pekerjaan, tiba-tiba ponselku berbunyi. Ada pesan di Facebook Messenger dari seorang temanku.
Seperti Nemo
Ada satu film yang bagiku aneh banget, yaitu Finding Nemo. Inti ceritanya kan ada seekor ayah ikan yang mencari anaknya. Yang aneh itu ternyata ikan ini bisa ngomong. Padahal kalopun ikan bisa ngomong, kan ikan ini ada di dalam air. Coba kita aja yang ngomong di dalam air, kedengeran nggak sama temen kita yang ada di deket kita.
Pakai Bahasa Indonesia
Dari sejak blog pertamaku aku selalu pengen mempertahankan ke-Indonesiaanku, khususnya dalam penggunaan bahasa Indonesia di setiap tulisan blogku. Bukan karena aku nggak bisa bahasa Mandarin, Jepang, Korea, atau India, bukan! Tapi sebenarnya emang nggak bisa sih, tapi bukan itu maksudnya.
Hobi
Hobiku adalah membaca. Aku mendapatkannya dari sebuah majalah anak-anak. Jadi gini awal ceritanya, waktu itu ibuku mengirimkan foto dan dataku ke sebuah rubrik koresponden di majalah anak-anak itu. Dan di bagian hobinya, ibuku menuliskan kalo hobiku adalah membaca.
Power Bank
Di jaman gadget seperti sekarang ini, keberadaan smartphone menjadi bagian kehidupan bagi beberapa orang. Tapi di balik kecanggihan dan segala kelebihannya, ada salah satu sisi di mana smartphone justru lebih boros dalam pemakaian daya baterainya.
Minggu, 09 Oktober 2011
Rating Acara Televisi
Rating adalah persentase penonton suatu acara dibandingkan dengan total atau spesifik populasi pada waktu tertentu. Data riset NMR ini sangat berpengaruh bagi industri pertelevisian di tanah air, terutama bagi pemain-pemain industri hiburan. Pasalnya, sampai saat ini belum ada biro riset lainnya yang menampilkan data pembanding. Seringkali, kesuksesan sebuah acara diukur oleh tingginya rating yang berhasil diraih. Walaupun sebenarnya tidak demikian adanya. Seperti yang dikemukakan oleh NMR sendiri, bahwa teknologi peoplemeter tersebut hanya mengukur jumlah penonton yang sedang menonton paling tidak minimum 1 menit (atau 17 detik) tanpa mengukur preferensi (suka/tidak suka) maupun kualitasnya (baik/buruk) suatu program acara TV.
Sabtu, 08 Oktober 2011
Di Posisi Ketiga
Seperti dalam piala dunia sepakbola, perebutan peringkat ketiganya juga sering disebut sebagai final kecil. Tim peringkat ketiga, yang sudah pasti tidak akan meraih gelar juara karena tersisih di semifinal, mengalahkan semifinalis lainnya dalam final kecil tersebut. Tentunya mereka akan merayakannya karena bagaimanapun mereka adalah pemenang pertandingan.
Sedangkan tim peringkat kedua mengakhiri turnamen dengan kekalahan di final. Tentunya dalam pertandingan ini target mereka adalah kemenangan, dan mereka gagal meraihnya. Tidak ada perayaan berlebihan, seolah-olah peringkat kedua itu lebih rendah kastanya daripada tim semifinalis.
Padahal jika disadari dan diingat, perjuangan mereka jauh sangat berhasil daripada tim-tim yang gagal melewati babak penyisihan. Tim penyisihan pun tidak bisa dibilang gagal total karena mereka telah berhasil melewati babak kualifikasi, menjadi salah satu tim yang berbangga dan beruntung bisa mencicipi turnamen tersebut. Dan tim kualifikasi, mungkin saat ini bukan waktunya mereka bisa mengikuti turnamen.
Sudah pasti bahwa peringkat pertama adalah yang menjadi juaranya, tim terbaik turnamen. Sudah pasti pula tim inilah yang paling beruntung sejak kualifikasi sampai ke finalnya. Meskipun sebenarnya, semua tim turnamen adalah yang terbaik, setidaknya untuk tim kualifikasi.
Jumat, 07 Oktober 2011
Bahasa dan Pendidikan Indonesia
Selasa, 04 Oktober 2011
Mencari Alamat
Senin, 03 Oktober 2011
Halangan dan Kehidupan
Namun, setelah babak kedua dimulai, tiang gawang pulalah yang membantunya membuat gol ke gawang Porsmouth. Bola yang menerpa tiang kemudian memantul ke dalam gawang dan masuk! Chelsea pun menang dan menjadi juara Piala FA 2010, berkat satu-satunya gol Drogba tadi.
Peristiwa seperti itu mungkin sering terjadi dalam pertandingan sepakbola. Tapi bila dipikir secara lebih mendalam (asal mikirnya gak di sumur), terdapat filosofi terutama dari rangkaian peristiwa tadi. Bagaimana tiang dan mistar gawang yang sebelumnya menjadi penghalang justru menjadi bantuan di lain waktu. Dalam setiap halangan, rintangan, dan tantangan yang kita hadapi setiap kali di kehidupan kita ini, terkadang juga ada halangan yang menjadi penolong kita di saat kita membutuhkan. Pengalaman melewati setiap halangan juga menjadikan kekuatan bagi kita untuk terus melangkah dan siap untuk menghadapi halangan yang akan datang kembali.
Mengharap senang dalam berjuang bagai merindu rembulan di tengah siang. Hidup untuk berjuang, bukan hanya berjuang dalam arti Beras, Baju dan Uang, tapi berjuang dalam arti yang sebenar-benarnya. Pengalaman melewati halangan akan menguatkan kita. Meskipun sebenarnya, di antara laki-laki dan perempuan, dalam menghadapi rintangan dan halangan, perempuan akan lebih siap karena perempuan pasti udah sering kena halangan (minjem istilah konyolnya Mas Arif).
Belajar hidup dengan mengalami hidup itu sendiri. Karena seperti contoh Drogba di atas, keberuntungan yang menjadi sarana turunnya takdir Allah SWT untuk manusia bisa didapat setiap saat tanpa kita sangka.
Minggu, 02 Oktober 2011
Festival Film Indonesia vs Indonesian Movie Awards
Mulai penyelenggaraan tahun 1979, sistem Unggulan (Nominasi) mulai dipergunakan. FFI sempat terhenti pada tahun 1992, dan baru diselenggarakan kembali tahun 2004. Pada perkembangannya, diberikan juga penghargaan Piala Vidia untuk film televisi.
IMA emang bagus sih, tapi sayangnya, kok namanya pake Bahasa Inggris, sekedar agar lebih go internasional, atau karena kalo pake Bahasa Indonesia kurang laku dijual? Apa gak bisa pake nama 'Penghargaan Film Indonesia' aja ya?
Sabtu, 01 Oktober 2011
Tentang Ikhwan dan Akhwat
Orang awam cenderung melihat dari ciri-ciri para ikhwan dan akhwat itu. Para ikhwan sering dikesankan dengan pemuda yang berjenggot, bercelana cingkrang di atas mata kaki, kadang tidak lepas dari baju gamisnya, berdahi menghitam, dan ciri-ciri lainnya. Para akhwat juga dicitrakan sebagai para pemudi yang memakai jilbab lebar, burqa, memakai abaya, dan ciri-ciri lain yang sudah melekat pada pikiran masyarakat pada umumnya.
Dan kata akhwat juga sudah menjadi hegomoni seorang yang berjilbab besar. Padahal, akhwat ataupun ikhwan, hanyalah kata bahasa Arab biasa yang berarti wanita atau pria. Jika kata-kata ikhwan dan akhwat itu terus bermakna aktivis dakwah, jangan-jangan malah kata-kata itulah yang membuat dakwah tidak berjalan dengan lancar. Jangan-jangan, kata itulah yang telah mempersulit dakwah. Jangan-jangan, kata itulah yang membuat dikotomi sesama umat Islam. Jangan-jangan, sudah terjadi pembedaan. Jangan-jangan, akan mudah mengakibatkan perpecahan umat. Kemudian pula ada sebutan ikhwit yang kemudian dikenal untuk menyebut seorang wanita yang memakai jilbab kecil (yang sebenarnya tidak layak juga disebut jilbab, sebut saja kerudung atau khimar).
Maka, kemudian aku ikut tersenyum saat tokoh utama dalam novel tersebut menceritakan kepada teman-temannya (saat dia dirawat di rumah sakit), bahwa rata-rata perawat yang ada di rumah sakit itu adalah akhwat, lalu kemudian dia menunjuk seorang perawat yang memakai baju putih, rok pendek dan bertopi kecil putih, yang kemudian disambut senyum teman-temannya. Padahal, yang dikatakannya adalah benar, bahwa perawat itu adalah seorang wanita, yang tentu saja juga bisa disebut akhwat.
Kiriman yang Sama
Televisi (bagian 3)
Secara logis, acara musik, apalagi yang live, harusnya menampilkan penyanyi yang menyanyikan lagu secara langsung. Namun nyatanya, tidak banyak acara musik live yang menampilkan penampilan penyanyi yang menyanyi langsung. Kebanyakan lipsync, dan penyanyinya hanya pura-pura menyanyi saja. Kalo penampil tersebut grup band, terkadang hanya penyanyinya saja yang live, tapi pemain band yang lain yang berpura-pura main band.
Biasanya antara pura-pura dan tidaknya terlihat dari gerakan bibir, power bernyanyinya, aransemen, atau ciri-ciri terlihat yang lain. Bisa juga dengan gaya bernyanyi yang terlihat berlebihan.
Bagi penonton yang menyaksikan langsung di TKP, mereka mendapat keuntungan karena melihat artis pujaan mereka bernyanyi secara langsung di depan mata mereka. Sedangkan bagi yang melihat lewat televisi, tidak ada keuntungan secara signifikan. Maka tidak berlebihan kalo kemudian band Padi pernah menyatakan bahwa mereka lebih baik bubar daripada harus main lipsync, karena alasan yang telah aku uraikan di atas. Menurut mereka pula, daripada liat mereka main lipsync, lebih baik liat video klipnya karena sama saja.
Sekali lagi, ini adalah untuk keuntungan besar industri pertelevisian, karena penyanyi yang tidak bernyanyi pastinya harganya tidak sama dengan penyanyi yang bernyanyi secara langsung. Dengan ditampilkannya para penyanyi, stasiun tivi akan mendapatkan keuntungan dengan datangnya banyak sponsor dan penonton, yang keuntungannya tidak akan berkurang banyak jika si penyanyi itu hanya berpura-pura bernyanyi dan hanya memanfaatkan lambang popularitas mereka untuk menyedot keuntungan.
Dari Blog Sendiri
Jumat, 30 September 2011
Televisi (bagian 2)
Tetapi sebenarnya, tayangan dakwah itu terkadang mencerminkan apa yang dipercayai oleh sang pendakwahnya, bukan dalam pemahaman umum. Sehingga kemudian muncul kesan bahwa tayangan tersebut eksklusif hanya untuk kalangan tertentu saja, yang juga menganut paham yang sama. Aku masih ingat betul gimana masalah ibadah berdasarkan salah satu madzab yang diangkat oleh seorang pendakwah. Kebetulan sang pendakwah menerangkan tentang tata cara ibadah haji yang dalam salah satu madzab dilarang, tetapi dibenarkan dalam madzab lain. Maka, saat melaksanakan ibadah haji, jika terpaksa harus melakukan tata cara tersebut, maka jamaah tersebut harus berganti madzab dulu, kemudian kalo udah selesai prosesi hajinya bisa balik lagi ke madzabnya.
Kemudian pertanyaannya, gimana tuh tata cara berganti madzab? Apakah berganti madzab disamakan seperti berganti agama? Padahal tata cara ibadah yang benar sesungguhnya berasal dari Rasulullah Muhammad SAW. Imam madzab menjelaskan tata caranya, dengan pemikiran yang sangat mendalam. Dan meskipun saat dalam suatu madzab tidak diajarkan suatu tata cara beribadah yang diajarkan oleh imam madzab yang lain, namun imam madzab tersebut tidak ragu untuk melakukan tata cara ibadah dari imam madzab yang lain, jika tata cara tersebut ada dalam tuntunan beribadah Rasulullah SAW.
Pada kenyataannya tayangan tersebut yang membuatku mempunyai pemikiran di atas, bahwa setiap pendakwah punya paham keislaman yang berbeda, yang kemudian dibawanya saat berdakwah. Akibatnya terjadilah marjinalisasi gerakan dakwah itu sendiri, dan yang lebih memberatkan, dakwah tersebut ditayangkan lewat televisi yang kemudian disiarkan dan disaksikan oleh masyarakat umum. Sehingga saat ada segolongan masyarakat yang berbeda paham dan kemudian mereka berpikiran sempit, dengan mudah akan timbul kesenjangan dan perselisihan di antara golongan tersebut. Padahal, Islam itu satu, hanya cara memandang dan memahami yang diyakini berbeda antar umat Islam itu sendiri.
Jadi, tetaplah jadi pemirsa yang kritis (bukan kritis seperti yang ada di UGD), pintar memilah dan memilih tayangan yang tepat, dan berpikir cerdas terhadap segala gambar yang keluar dari kotak (meskipun sekarang bentuknya gak selalu kotak) ajaib ini.
Dari Blog Sendiri
Rabu, 28 September 2011
Televisi
Siaran televisi saat ini didominasi oleh banyaknya sinema elektronik, atau kita lebih sering menyebutnya sinetron. Baik berupa sinetron berseri (yang membosankan), ataupun juga sinetron sekali tayang (yang agak memaksakan cerita). Secara umum, sinetron yang ada sekarang berbeda dengan sinetron di era 90-an, misalnya. Secara cerita saja, sinetron masa itu menyiarkan realita kehidupan (yang lebih realistis). Mungkin yang sudah bisa melihat tivi saat era 80 sampai 90-an masih ingat sebuah sinetron yang berjudul ‘ACI (Aku Cinta Indonesia’, sebuah sinetron remaja jadul tapi kaya hikmah dan motivasi. ACI memang sebuah sinetron remaja, tapi beda dengan sinetron remaja sekarang, ACI tidak menampilkan cerita percintaan anak remaja, yang sekarang muncul di sinetron-sinetron remaja, bahkan anak-anak kecil pun dalam sinetron udah diceritakan dengan cerita percintaan pula. ACI merupakan contoh sinetron yang cukup berkualitas dan mendidik, yang jaman sekarang tidak ada hal seperti itu. Di tahun 90-an, di awal-awal televisi
swasta juga ada sinetron yang mendidik (malah mengajarkan pendidikan dan pelajaran sekolah), tapi kemudian tidak ada kelanjutannya (mungkin hal seperti itu gak laku kali ya?!).
Kalo dalam hal soundtrack, sinetron jadul punya lagu sendiri yang bukan lagu yang beredar luas, tidak seperti sekarang yang mengambil dari lagu-lagu yang sedang dan akan ngetrend (selain juga untuk mendongkrak penjualan album lagu tersebut). Makanya, dulu aku pernah bertanya-tanya ketika dalam sebuah penghargaan sinetron dikatakan bahwa soundtrack adalah lagu yang dibuat berdasarkan isi cerita sebuah sinetron, padahal saat itu sinetron dibuat setelah adanya lagu soundtracknya dengan isi cerita yang memaksakan.
Dari ceritanya pun, udah bisa ditebak gimana sinetron Indonesia jaman sekarang, gak jauh-jauh dari tema percintaan, hamil di luar nikah, hubungan terlarang, tidak disetujui oleh orangtua, kejahatan terencana yang di luar batas, iri, dengki, hasut dan teman-temannya, ditambahi dengan persekongkolan terselubung, orang-orang teraniaya, dll. Makanya ada suatu penelitian bahwa perencanaan kejahatan di sinetron bisa dipraktekkan di dunia nyata, suatu bukti bahwa sinetron mengajarkan metode kejahatan yang bisa mengelabui korban dengan mudahnya.
Aku jadi ingat saat pernah tinggal di Malang, bersama teman-teman satu kos kami melihat suatu sinetron yang tayang perdana di televisi. Aku tidak menyaksikan sampai habis karena kemudian aku masuk kamar dan dengerin musik. Saat sinetron habis, teman sekamarku masuk kamar kemudian bercerita bahwa akhir dari sinetron itu udah bisa ditebak dari episode pertama. Saat sinetron itu kemudian berakhir, aku inget bahwa tebakan temanku tadi tepat dalam hal ceritanya, yang tidak tepat adalah ternyata episode sinetron tersebut diperpanjang dan dibuat sequelnya.
Kalo udah kayak gini, generasi sekarang merupakan generasi didikan televisi. Apapun yang ada di televisi bisa terekam dan dipraktekkan secara gampang bahkan oleh anak kecil sekalipun. Dalam salah satu cerpen yang sempat aku baca, seorang anak sejak kecil sampai dia dewasa biasa mempraktekkan kejahatan yang cara dan petunjuknya dia lihat di televisi, tanpa sadar bahwa dia telah berbuat kesalahan besar. Dalam menyikapi hal-hal yang negatif untuk anak-anak, bimbingan orangtualah yang dibutuhkan untuk memberi pendidikan yang tidak didapat dari tayangan televisi. Setiap orangtua punya caranya masing-masing dalam melaksanakannya, yang paling penting hasil keluaran dan pendidikan untuk anak-anaknya tetap terpelihara dari pengaruh negatif televisi.
Dari Blog Sendiri
Daftar Blog Saya
-
Musik AI - Music is about connection—and (for now) only humans truly know how to connect.9 bulan yang lalu
-
Beli Pas Udah Gede - Saya berasal dari keluarga sederhana, di mana kebutuhan sehari-hari harus diprioritaskan. Artinya, nggak semua barang yang saya kepengen punya waktu kec...1 tahun yang lalu
-
Buttonscarve Pertamaku - Buttonscarve PertamakuAkhirnya aku membeli Buttonscarve. Setelah satu tahun atau dua tahun yang lalu ramai tentang Buttonscarve yang katanya kasta terting...2 tahun yang lalu
-
Kontemplasi Akhir - 2019 usai. Tidak terasa lama, tidak juga terlalu cepat. 2019 berjalan biasa, sebagai mana mestinya. 365 hari setahun. 24 jam sehari. Hanya saja di tahun in...6 tahun yang lalu
-
Privilege Seorang Tsubasa Ozora - Beberapa hari terakhir, netizen Indonesia menemukan suatu topik yang 'seru' untuk dibahas, yaitu privilege, atau yang bila dialih-bahasakan ke bahasa In...6 tahun yang lalu
-
Tahura Trail Run 2019 - Tahura Trail Run 2019 ini saya ikut yang 10K dan ada 2 team Family run Tante, sepupu dan Istri. Seneng banget karena semua pada ikut nemenin dan lumayan ...7 tahun yang lalu
-
Bintang Tamu di Akhir Pekan - Musholah di perumahan saya jika bulan Ramadhan selalu digunakan untuk tarawih warga se komplek plus warga luar sekitar perumahan. Terkadang ada juga supir...7 tahun yang lalu
-
Enno Lerian - Nasi Liwet - *Enno Lerian - Nasi Liwet* Cenat cenit pakai sendal jepit Pelayannya biar genit tapi cantik Mesem mesem senyum kanan senyum kiri Bikin betah semua para p...7 tahun yang lalu
-
Pengertian HAM menurut UDHR dan UU RI 39 Th. 1999 - Pengertian HAM menurut UDHR dan UU RI 39 Th. 1999 - Menurut UDHR, HAM adalah hak asasi manusia merupakan pengakuan akan martabat yang terpadu dalam diri s...8 tahun yang lalu
-
Download Aplikasi Supervisi Pembinaan Guru BK Terbaru - Aplikasi Supervisi Pembinaan Guru BK ini merupakan aplikasi yang dibuat oleh Bapak Purnamanto. Aplikasi ini dibuat dengan menggunakan Microsoft Excel sehin...9 tahun yang lalu
-
Spesial Matematika Indonesia - Bahasa Indonesia memiliki keunikan dalam memberi nama Angka 1 = Satu 2 = Dua 3 = Tiga 4 = Empat 5 = Lima 6 = Enam 7 = Tujuh 8 = Delapan 9 = Sembilan Perhati...10 tahun yang lalu
-
pregnancy, and forms where spine tension they body's factor doctor spine from getting worse. Most times this will ward them off, without if stem does not come from a bottle, but you! The rest of the population should be extra alert about the variety of serpentine health problems. It also helps to reduce and To slow down warm-up in instance, is "Pain circulation and healing. - By using one of these simple, natural, the sciatica NASA, slow-going likely to be diagnosed with autism than girls. Assess Your Spine - You need next ph...10 tahun yang lalu
-
Terbongkar! Iklan Yang Dilancarkan Oleh Organisasi Yahudi Ini Sangat Mengejutkan - Terbongkar! Iklan Yang Dilancarkan Oleh Organisasi Yahudi Ini Sangat Mengejutkan Di Boston, Amerika Syarikat, iklan bertajuk ‘One Word’ yang dipamerkan pa...11 tahun yang lalu
-
Fatin Shidqia Lubis - Aku Memilih Setia - Berikut ini adalah lirik mp3 dari lagu Fatin Shidqia Lubis - Aku Memilih Setia Ada banyak cara Tuhan menghadirkan cinta Mungkin engkau adalah salah satuny...12 tahun yang lalu
-
(Latihan Pacelathon) : NANDUR JAGUNG (Versi Kulonan-Wetanan-Bahasa Indonesiae Pisan) - Sugeng Siyang dherek kabeh Iki aku mbalik maneh nang seri pacelathon sing tak jukuk tekok buku pelajaran Boso Daerah. Tapi iki tak gae mbandingno antarane ...13 tahun yang lalu
-
Apa Arti Kata Tong Fang? - [image: detail berita] Klinik Tong Fang ramai menjadi pembicaraan di media sosial ketika iklan jasa pengobatan tradisional China itu dijadikan parodi. Apa ...13 tahun yang lalu
-
ADMINISTRASI DAN PENGELOLAAN INSTALASI PATOLOGI KLINIK - *PENCATATAN KEGIATAN* Pencatatan spesimen : Semua bahan yang diterima akan dicatat akan diberi identifikasi dan dicatat di buku register yang terdapat pa...14 tahun yang lalu
-
Tips Cara Menjaga Kesehatan Tubuh - Dalam menjalani hidup sehari-hari kita sebaiknya selalu mengedepankan kesehatan tubuh dan jiwa kita karena sehat itu nikmat dan juga ada pepatah yang men...15 tahun yang lalu
-
Kebaya Pengantin 2010 Model Kebaya Modern Terbaru - [image: atik modern, kebaya 2010, Kebaya Modern 2010, kebaya modern terbaru, kebaya pengantin 2010, model kebaya 2010] [image: atik modern, kebaya 2010, Ke...15 tahun yang lalu
-
Kecewa Belanja Online di FaceBook - Udah lama banget saya ketagihan belnja online, gimana ngga, kita gausah cape-cape nyari barang dari satu toko ke toko lain,tinggal duduk manis di depan lap...15 tahun yang lalu
-
-
KEUTAMAAN MEMBACA ALQUR'AN - Dari Abu Musa Al-Asy`arit berkata, Rasulullah bersabda: "Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al Qur`an bagaikan buah limau baunya harum dan rasanya lezat...16 tahun yang lalu
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-






